The Splitting Open · 25 ayat · Juz 30 · Meccan
إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنشَقَّتْ
Idzas-samaa'unsyaqqat
Apabila langit terbelah,
وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ
Wa adzinat lirabbihaa wahuqqat
dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh,
وَإِذَا ٱلْأَرْضُ مُدَّتْ
Wa idzal-ardhu muddat
dan apabila bumi diratakan,
وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ
Wa alqat maa fiihaa watakhallat
dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,
وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ
Wa adzinat lirabbihaa wahuqqat
dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya).
يَٰٓأَيُّهَا ٱلْإِنسَٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًۭا فَمُلَٰقِيهِ
Yaa ayyuhal-insaanu innaka kaadihun ilaa rabbika kadhan famulaaqiih
Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.
فَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ
Fa ammaa man uutiya kitaabahuu biyamiinihii
Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,
فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًۭا يَسِيرًۭا
Fasaufa yuhaasabu hisaaban yasiiraa
maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,
وَيَنقَلِبُ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ مَسْرُورًۭا
Wayanqalibu ilaa ahlihii masruuraa
dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.
وَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ وَرَآءَ ظَهْرِهِۦ
Wa ammaa man uutiya kitaabahuu waraa'a zhahrihii
Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang,
فَسَوْفَ يَدْعُوا۟ ثُبُورًۭا
Fasaufa yad'uu tsubuuraa
maka dia akan berteriak: "Celakalah aku".
وَيَصْلَىٰ سَعِيرًا
Wayashlaa sa'iiraa
Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
إِنَّهُۥ كَانَ فِىٓ أَهْلِهِۦ مَسْرُورًا
Innahuu kaana fii ahlihii masruuraa
Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir).
إِنَّهُۥ ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَ
Innahuu zhanna al lan yahuur
Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya).
بَلَىٰٓ إِنَّ رَبَّهُۥ كَانَ بِهِۦ بَصِيرًۭا
Balaa inna rabbahuu kaana bihii bashiiraa
(Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.
فَلَآ أُقْسِمُ بِٱلشَّفَقِ
Falaa uqsimu bisy-syafaq
Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja,
وَٱلَّيْلِ وَمَا وَسَقَ
Wallaili wamaa wasaq
dan dengan malam dan apa yang diselubunginya,
وَٱلْقَمَرِ إِذَا ٱتَّسَقَ
Wal-qamari idzattasaq
dan dengan bulan apabila jadi purnama,
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَن طَبَقٍۢ
Latarkabunna thabaqan 'an thabaq
sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan),
فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Famaa lahum laa yu'minuun
Mengapa mereka tidak mau beriman?
وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ ٱلْقُرْءَانُ لَا يَسْجُدُونَ ۩
Wa idzaa quri'a 'alaihimul-qur'aanu laa yasjuduun
dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud,
بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُكَذِّبُونَ
Balilladziina kafaruu yukadzdzibuun
bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya).
وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ
Wallaahu a'lamu bimaa yuu'uun
Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka).
فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Fabasysyirhum bi'adzaabin aliim
Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih,
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍۭ
Illalladziina aamanuu wa'amilush-shaalihaati lahum ajrun ghairu mamnuun
tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya.