The Star · 62 ayat · Juz 27 · Meccan
وَٱلنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ
Wan-najmi idzaa hawaa
Demi bintang ketika terbenam.
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ
Maa dhalla shaahibukum wamaa ghawaa
kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.
وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ
Wamaa yanthiqu 'anil-hawaa
dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌۭ يُوحَىٰ
In huwa illaa wahyun yuuhaa
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
عَلَّمَهُۥ شَدِيدُ ٱلْقُوَىٰ
'allamahuu syadiidul-quwaa
yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.
ذُو مِرَّةٍۢ فَٱسْتَوَىٰ
Dzuu mirratin fastawaa
yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.
وَهُوَ بِٱلْأُفُقِ ٱلْأَعْلَىٰ
Wahuwa bil-ufuqil-a'laa
sedang dia berada di ufuk yang tinggi.
ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّىٰ
Tsumma danaa fatadallaa
Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.
فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَىٰ
Fakaana qaaba qausaini au adnaa
maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
فَأَوْحَىٰٓ إِلَىٰ عَبْدِهِۦ مَآ أَوْحَىٰ
Fa auhaa ilaa 'abdihii maa auhaa
Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.
مَا كَذَبَ ٱلْفُؤَادُ مَا رَأَىٰٓ
Maa kadzabal-fu'aadu maa ra'aa
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
أَفَتُمَٰرُونَهُۥ عَلَىٰ مَا يَرَىٰ
Afatumaaruunahuu 'alaa maa yaraa
Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?
وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ
Walaqad ra'aahu nazlatan ukhraa
Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
عِندَ سِدْرَةِ ٱلْمُنتَهَىٰ
'inda sidratil-muntahaa
(yaitu) di Sidratil Muntaha.
عِندَهَا جَنَّةُ ٱلْمَأْوَىٰٓ
'indahaa jannatul-ma'waa
Di dekatnya ada surga tempat tinggal,
إِذْ يَغْشَى ٱلسِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ
Idz yaghsyas-sidrata maa yaghsyaa
(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
مَا زَاغَ ٱلْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ
Maa zaaghal-basharu wamaa thaghaa
Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ ءَايَٰتِ رَبِّهِ ٱلْكُبْرَىٰٓ
Laqad ra'aa min aayaati rabbihil-kubraa
Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.
أَفَرَءَيْتُمُ ٱللَّٰتَ وَٱلْعُزَّىٰ
Afara'aitumullaata wal-'uzzaa
Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al Lata dan al Uzza,
وَمَنَوٰةَ ٱلثَّالِثَةَ ٱلْأُخْرَىٰٓ
Wamanaatats-tsaalitsatal-ukhraa
dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?
أَلَكُمُ ٱلذَّكَرُ وَلَهُ ٱلْأُنثَىٰ
Alakumudz-dzakaru walahul-untsaa
Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?
تِلْكَ إِذًۭا قِسْمَةٌۭ ضِيزَىٰٓ
Tilka idzan qismatun dhiizaa
Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.
إِنْ هِىَ إِلَّآ أَسْمَآءٌۭ سَمَّيْتُمُوهَآ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلْطَٰنٍ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَمَا تَهْوَى ٱلْأَنفُسُ ۖ وَلَقَدْ جَآءَهُم مِّن رَّبِّهِمُ ٱلْهُدَىٰٓ
In hiya illaa asmaa'un sammaitumuuhaa antum wa aabaa'ukum maa anzalallaahu bihaa min sulthaanin in yattabi'uuna illazh-zhanna wamaa tahwal-anfusu walaqad jaa'ahum mir rabbihimul-hudaa
Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengadakannya; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.
أَمْ لِلْإِنسَٰنِ مَا تَمَنَّىٰ
Am lil'insaani maa tamannaa
Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?
فَلِلَّهِ ٱلْءَاخِرَةُ وَٱلْأُولَىٰ
Falillaahil-aakhiratu wal-uulaa
(Tidak), maka hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.
۞ وَكَم مِّن مَّلَكٍۢ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ لَا تُغْنِى شَفَٰعَتُهُمْ شَيْـًٔا إِلَّا مِنۢ بَعْدِ أَن يَأْذَنَ ٱللَّهُ لِمَن يَشَآءُ وَيَرْضَىٰٓ
Wakam mim malakin fis-samaawaati laa tughnii syafaa'atuhum syai'an illaa mim ba'di an ya'dzanallaahu liman yasyaa'u wayardhaa
Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa'at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).
إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ لَيُسَمُّونَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ تَسْمِيَةَ ٱلْأُنثَىٰ
Innalladziina laa yu'minuuna bil-aakhirati layusammuunal-malaa'ikata tasmiyatal-untsaa
Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan.
وَمَا لَهُم بِهِۦ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ ۖ وَإِنَّ ٱلظَّنَّ لَا يُغْنِى مِنَ ٱلْحَقِّ شَيْـًۭٔا
Wamaa lahum bihii min 'ilmin in yattabi'uuna illazh-zhanna wa innazh-zhanna laa yughnii minal-haqqi syai'aa
Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.
فَأَعْرِضْ عَن مَّن تَوَلَّىٰ عَن ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ إِلَّا ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا
Fa a'ridh 'am man tawallaa 'an dzikrinaa walam yurid illal-hayaatad-dunyaa
Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.
ذَٰلِكَ مَبْلَغُهُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ ٱهْتَدَىٰ
Dzaalika mablaghuhum minal-'ilmi inna rabbaka huwa a'lamu biman dhalla 'an sabiilihii wahuwa a'lamu bimanihtadaa
Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ أَسَٰٓـُٔوا۟ بِمَا عَمِلُوا۟ وَيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ بِٱلْحُسْنَى
Walillaahi maa fis-samaawaati wamaa fil-ardhi liyajziyalladziina asaa'uu bimaa 'amiluu wayajziyalladziina ahsanuu bil-husnaa
Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).
ٱلَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَٰٓئِرَ ٱلْإِثْمِ وَٱلْفَوَٰحِشَ إِلَّا ٱللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَٰسِعُ ٱلْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ وَإِذْ أَنتُمْ أَجِنَّةٌۭ فِى بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ
Alladziina yajtanibuuna kabaa'iral-itsmi wal-fawaahisya illallamama inna rabbaka waasi'ul-maghfirati huwa a'lamu bikum idz ansya'akum minal-ardhi wa idz antum ajinnatun fii buthuuni ummahaatikum falaa tuzakkuu anfusakum huwa a'lamu bimanittaqaa
(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.
أَفَرَءَيْتَ ٱلَّذِى تَوَلَّىٰ
Afara'aitalladzii tawallaa
Maka apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari Al-Quran)?
وَأَعْطَىٰ قَلِيلًۭا وَأَكْدَىٰٓ
Wa a'thaa qaliilan wa akdaa
serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi?
أَعِندَهُۥ عِلْمُ ٱلْغَيْبِ فَهُوَ يَرَىٰٓ
A'indahuu 'ilmul-ghaibi fahuwa yaraa
Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib, sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan)?
أَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِى صُحُفِ مُوسَىٰ
Am lam yunabba' bimaa fii shuhufi muusaa
Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa?
وَإِبْرَٰهِيمَ ٱلَّذِى وَفَّىٰٓ
Wa ibraahiimalladzii waffaa
dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?
أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌۭ وِزْرَ أُخْرَىٰ
Allaa taziru waaziratun wizra ukhraa
(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,
وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
Wa al laisa lil'insaani illaa maa sa'aa
dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,
وَأَنَّ سَعْيَهُۥ سَوْفَ يُرَىٰ
Wa anna sa'yahuu saufa yuraa
dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).
Showing 40 of 62 ayat