The Winnowing Winds · 60 ayat · Juz 26–27 · Meccan
وَٱلذَّٰرِيَٰتِ ذَرْوًۭا
Wadz-dzaariyaati dzarwaa
Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan kuat.
فَٱلْحَٰمِلَٰتِ وِقْرًۭا
Fal-haamilaati wiqraa
dan awan yang mengandung hujan,
فَٱلْجَٰرِيَٰتِ يُسْرًۭا
Fal-jaariyaati yusraa
dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah.
فَٱلْمُقَسِّمَٰتِ أَمْرًا
Fal-muqassimaati amraa
dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan,
إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَصَادِقٌۭ
Innamaa tuu'aduuna lashaadiq
sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar.
وَإِنَّ ٱلدِّينَ لَوَٰقِعٌۭ
Wa innad-diina lawaaqi'
dan sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi.
وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْحُبُكِ
Was-samaa'i dzaatil-hubuk
Demi langit yang mempunyai jalan-jalan,
إِنَّكُمْ لَفِى قَوْلٍۢ مُّخْتَلِفٍۢ
Innakum lafii qaulim mukhtalif
sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda pendapat,
يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ
Yu'faku 'anhu man ufik
dipalingkan daripadanya (Rasul dan Al-Quran) orang yang dipalingkan.
قُتِلَ ٱلْخَرَّٰصُونَ
Qutilal-kharraashuun
Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,
ٱلَّذِينَ هُمْ فِى غَمْرَةٍۢ سَاهُونَ
Alladziina hum fii ghamratin saahuun
(yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan yang lalai,
يَسْـَٔلُونَ أَيَّانَ يَوْمُ ٱلدِّينِ
Yas'aluuna ayyaana yaumud-diin
mereka bertanya: "Bilakah hari pembalasan itu?"
يَوْمَ هُمْ عَلَى ٱلنَّارِ يُفْتَنُونَ
Yauma hum 'alan-naari yuftanuun
(Hari pembalasan itu) ialah pada hari ketika mereka diazab di atas api neraka.
ذُوقُوا۟ فِتْنَتَكُمْ هَٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تَسْتَعْجِلُونَ
Dzuuquu fitnatakum haadzalladzii kuntum bihii tasta'jiluun
(Dikatakan kepada mereka): "Rasakanlah azabmu itu. Inilah azab yang dulu kamu minta untuk disegerakan".
إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّٰتٍۢ وَعُيُونٍ
Innal-muttaqiina fii jannaatin wa'uyuun
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air,
ءَاخِذِينَ مَآ ءَاتَىٰهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ
Aakhidziina maa aataahum rabbuhum innahum kaanuu qabla dzaalika muhsiniin
sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.
كَانُوا۟ قَلِيلًۭا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ
Kaanuu qaliilam minallaili maa yahja'uun
Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam.
وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Wabil-ashaari hum yastaghfiruun
Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.
وَفِىٓ أَمْوَٰلِهِمْ حَقٌّۭ لِّلسَّآئِلِ وَٱلْمَحْرُومِ
Wafii amwaalihim haqqul lis-saa'ili wal-mahruum
Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.
وَفِى ٱلْأَرْضِ ءَايَٰتٌۭ لِّلْمُوقِنِينَ
Wafil-ardhi aayaatul lilmuuqiniin
Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.
وَفِىٓ أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
Wafii anfusikum afalaa tubshiruun
dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
وَفِى ٱلسَّمَآءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ
Wafis-samaa'i rizqukum wamaa tuu'aduun
Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.
فَوَرَبِّ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ إِنَّهُۥ لَحَقٌّۭ مِّثْلَ مَآ أَنَّكُمْ تَنطِقُونَ
Fawarabbis-samaa'i wal-ardhi innahuu lahaqqum mitsla maa annakum tanthiquun
Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.
هَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْمُكْرَمِينَ
Hal ataaka hadiitsu dhaifi ibraahiimal-mukramiin
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?
إِذْ دَخَلُوا۟ عَلَيْهِ فَقَالُوا۟ سَلَٰمًۭا ۖ قَالَ سَلَٰمٌۭ قَوْمٌۭ مُّنكَرُونَ
Idz dakhaluu 'alaihi faqaaluu salaaman qaala salaamun qaumum munkaruun
(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaamun". Ibrahim menjawab: "Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal".
فَرَاغَ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ فَجَآءَ بِعِجْلٍۢ سَمِينٍۢ
Faraagha ilaa ahlihii fajaa'a bi'ijlin samiin
Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk.
فَقَرَّبَهُۥٓ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ
Faqarrabahuu ilaihim qaala alaa ta'kuluun
Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: "Silahkan anda makan".
فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةًۭ ۖ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ ۖ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَٰمٍ عَلِيمٍۢ
Fa aujasa minhum khiifatan qaaluu laa takhaf wabasysyaruuhu bighulaamin 'aliim
(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu takut", dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).
فَأَقْبَلَتِ ٱمْرَأَتُهُۥ فِى صَرَّةٍۢ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌۭ
Fa aqbalatimra'atuhuu fii sharratin fashakkat wajhahaa waqaalat 'ajuuzun 'aqiim
Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: "(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul".
قَالُوا۟ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْعَلِيمُ
Qaaluu kadzaaliki qaala rabbuki innahuu huwal-hakiimul-'aliim
Mereka berkata: "Demikianlah Tuhanmu memfirmankan" Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
۞ قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا ٱلْمُرْسَلُونَ
Qaala famaa khathbukum ayyuhal-mursaluun
Ibrahim bertanya: "Apakah urusanmu hai para utusan?"
قَالُوٓا۟ إِنَّآ أُرْسِلْنَآ إِلَىٰ قَوْمٍۢ مُّجْرِمِينَ
Qaaluu innaa ursilnaa ilaa qaumim mujrimiin
Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth),
لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةًۭ مِّن طِينٍۢ
Linursila 'alaihim hijaaratam min thiin
agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah,
مُّسَوَّمَةً عِندَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِينَ
Musawwamatan 'inda rabbika lilmusrifiin
yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas".
فَأَخْرَجْنَا مَن كَانَ فِيهَا مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Fa akhrajnaa man kaana fiihaa minal-mu'miniin
Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu.
فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍۢ مِّنَ ٱلْمُسْلِمِينَ
Famaa wajadnaa fiihaa ghaira baitim minal-muslimiin
Dan Kami tidak mendapati negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang yang berserah diri.
وَتَرَكْنَا فِيهَآ ءَايَةًۭ لِّلَّذِينَ يَخَافُونَ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ
Wataraknaa fiihaa aayatal lilladziina yakhaafuunal-'adzaabal-aliim
Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih.
وَفِى مُوسَىٰٓ إِذْ أَرْسَلْنَٰهُ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ بِسُلْطَٰنٍۢ مُّبِينٍۢ
Wafii muusaa idz arsalnaahu ilaa fir'auna bisulthaanim mubiin
Dan juga pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir'aun dengan membawa mukjizat yang nyata.
فَتَوَلَّىٰ بِرُكْنِهِۦ وَقَالَ سَٰحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌۭ
Fatawallaa biruknihii waqaala saahirun au majnuun
Maka dia (Fir'aun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya dan berkata: "Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila".
فَأَخَذْنَٰهُ وَجُنُودَهُۥ فَنَبَذْنَٰهُمْ فِى ٱلْيَمِّ وَهُوَ مُلِيمٌۭ
Fa akhadznaahu wajunuudahuu fanabadznaahum fil-yammi wahuwa muliim
Maka Kami siksa dia dan tentaranya lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, sedang dia melakukan pekerjaan yang tercela.
وَفِى عَادٍ إِذْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلرِّيحَ ٱلْعَقِيمَ
Wafii 'aadin idz arsalnaa 'alaihimur-riihal-'aqiim
Dan juga pada (kisah) Aad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan,
مَا تَذَرُ مِن شَىْءٍ أَتَتْ عَلَيْهِ إِلَّا جَعَلَتْهُ كَٱلرَّمِيمِ
Maa tadzaru min syai'in atat 'alaihi illaa ja'alathu kar-ramiim
angin itu tidak membiarkan satupun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti serbuk.
وَفِى ثَمُودَ إِذْ قِيلَ لَهُمْ تَمَتَّعُوا۟ حَتَّىٰ حِينٍۢ
Wafii tsamuuda idz qiila lahum tamatta'uu hattaa hiin
Dan pada (kisah) kaum Tsamud ketika dikatakan kepada mereka: "Bersenang-senanglah kalian sampai suatu waktu".
فَعَتَوْا۟ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّٰعِقَةُ وَهُمْ يَنظُرُونَ
Fa'atau 'an amri rabbihim fa akhadzathumush-shaa'iqatu wahum yanzhuruun
Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir dan mereka melihatnya.
فَمَا ٱسْتَطَٰعُوا۟ مِن قِيَامٍۢ وَمَا كَانُوا۟ مُنتَصِرِينَ
Famastathaa'uu min qiyaamin wamaa kaanuu muntashiriin
Maka mereka sekali-kali tidak dapat bangun dan tidak pula mendapat pertolongan,
وَقَوْمَ نُوحٍۢ مِّن قَبْلُ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمًۭا فَٰسِقِينَ
Waqauma nuuhim min qablu innahum kaanuu qauman faasiqiin
dan (Kami membinasakan) kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.
وَٱلسَّمَآءَ بَنَيْنَٰهَا بِأَيْي۟دٍۢ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ
Was-samaa'a banainaahaa bi aidin wa innaa lamuusi'uun
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa
وَٱلْأَرْضَ فَرَشْنَٰهَا فَنِعْمَ ٱلْمَٰهِدُونَ
Wal-ardha farasynaahaa fani'mal-maahiduun
Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami).
وَمِن كُلِّ شَىْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Wamin kulli syai'in khalaqnaa zaujaini la'allakum tadzakkaruun
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.
فَفِرُّوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ ۖ إِنِّى لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌۭ مُّبِينٌۭ
Fafirruu ilallaahi innii lakum minhu nadziirum mubiin
Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
وَلَا تَجْعَلُوا۟ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ ۖ إِنِّى لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌۭ مُّبِينٌۭ
Walaa taj'aluu ma'allaahi ilaahan aakhara innii lakum minhu nadziirum mubiin
Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain disamping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
كَذَٰلِكَ مَآ أَتَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا قَالُوا۟ سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ
Kadzaalika maa atalladziina min qablihim mir rasuulin illaa qaaluu saahirun au majnuun
Demikianlah tidak seorang rasulpun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: "Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila".
أَتَوَاصَوْا۟ بِهِۦ ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌۭ طَاغُونَ
Atawaashau bihii bal hum qaumun thaaghuun
Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ فَمَآ أَنتَ بِمَلُومٍۢ
Fatawalla 'anhum famaa anta bimaluum
Maka berpalinglah kamu dari mereka dan kamu sekali-kali tidak tercela.
وَذَكِّرْ فَإِنَّ ٱلذِّكْرَىٰ تَنفَعُ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Wadzakkir fa innadz-dzikraa tanfa'ul-mu'miniin
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Wamaa khalaqtul-jinna wal-insa illaa liya'buduun
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
مَآ أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍۢ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ
Maa uriidu minhum mir rizqin wamaa uriidu an yuth'imuun
Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.
إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلْقُوَّةِ ٱلْمَتِينُ
Innallaaha huwar-razzaaqu dzul-quwwatil-matiin
Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.
فَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ذَنُوبًۭا مِّثْلَ ذَنُوبِ أَصْحَٰبِهِمْ فَلَا يَسْتَعْجِلُونِ
Fa inna lilladziina zhalamuu dzanuubam mitsla dzanuubi ashhaabihim falaa yasta'jiluun
Maka sesungguhnya untuk orang-orang zalim ada bagian (siksa) seperti bahagian teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku untuk menyegerakannya.
فَوَيْلٌۭ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن يَوْمِهِمُ ٱلَّذِى يُوعَدُونَ
Fawailul lilladziina kafaruu min yaumihimulladzii yuu'aduun
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang kafir pada hari yang diancamkan kepada mereka.